masjid bawah tanah taman sari

Wisata Unik, Melihat Lokasi Masjid Bawah Tanah di Area Keraton Jogja

salam sejahtera bagi para traveller, bagi kita semua para piknikers, kalau wisata hanya ke alam pasti juga kadang agak sedikit bosan ya, ih, walau gitu, begini-begini saya juga pecinta alam loh, karena melihat langsung keindahan tuhan itu memang benar, mungkin tidak ada harga yang sebanding dengan apa yang kita saksikan. namun kita kali ini akan menengok agak sedikit ke wisata religi namun sudah tidak lagi di fungsikan,laluuuuuuuuuu tempat unik apakah ini?

area tamansari keraton

JENG

JENG

JENG

………… 😀

Masjid bawah tanah, wah kalian pasti bingung ya… kok ada sih, gimana bikinnya, apa pakai alat?? eit mesjid ini di kabarkan sangat very very unik dan aneh karena untuk membuat masjid di bawah tanah dengan tebal dinding 1,25M katanya yang membuat adalah sultan hamengkubuwono 1 dengan menggunakan putih telur dan bukan semen :D.. uwawwwwww jadi tambah kepo nih, Lokasi mesjid bisa dijangkau dari parkiran sepeda motor di depan pintu masuk Tamansari (area keraton yogyakarta) ke arah utara. Kemudian belok kiri sampai menemukan pintu masuk. Ikuti lorong tersebut hingga menemukan bangunan masjid berbentuk bulat dan berwarna cokelat muda atau krim. sambilbaca keindahan masjid, baca juga nih keindahan hutan mangrove di kulonprogo

masjid bawah tanah taman sari masjid taman sari

Melainkan jangan dibayangkan bentuk mesjid ini seperti kebanyakan masjid lainnya. Sebab juga difungsikan sebagai benteng, wujud bangunan ini tampak kokoh dan besar. Semenjak tahun 1812 bangunan mesjid sudah tidak difungsikan.

Keterangan Parjio, staf karyawan Tamansari, masjid hal yang demikian didirikan tahun 1765. Kata dia, mesjid bawah tanah ialah peninggalan Sri Sultan Hamengkubuwono I dan difungsikan hingga masa kepemimpinan Sultan HB II.

 

\”Mesjid juga difungsikan sebagai benteng perlindungan bawah tanah,\” kata Parjio yang bertugas di loket penjualan karcis.

Ia mengatakan, masjid tidak lagi diterapkan setelah Keraton membangun Masjid Gedhe Kauman yang berada di sebelah barat Alun-alun lor Yogyakarta.

\”Tidak lagi dipakai sesudah ada gempa besar dan dibangun masjid gedhe Kauman,\” lanjutnya.

Menurutnya, Masjid Sumur Gumuling sangat unik, sebab dibangun bawah tanah agar bunyi muazin atau khatib terdengar ke seluruh penjuru masjid. Di masing-masing lantai terdapat dua mihrab atau daerah berdiri imam untuk memimpin salat jemaah. jadi jaman dulu belum terlalu menggunakan mimbar masjid kayu jati untuk tausiyah seperti sekarang ini, dulu masih apa adanya karena area  masjid bisa untuk mendengarkan khotbah dari imam karena dengung masjid sangat keras.

Pada bagian dalam bangunan masjid, terdapat sumur dikelilingi lima tangga yang melambangkan jumlah rukun Islam. Persis di bawah tangga yang saling bertemu di tengah terdapat kolam air dari sumur gumuling.

Bagian atas mesjid menyusun bulatan tanpa atap. Di bagian dinding juga terdapat banyak ventilasi sehingga cahaya matahari leluasa menerangi bagian dalam masjid.

\”Disebut gumuling sebab wujudnya bulat seperti guling,\” kata juru pelihara mesjid tersebut, Cipto Wiarjo (70), warga setempat.

Menurutnya keunikan bangunan mesjid yaitu dibangun dengan tembok tebal. Hampir sekitar 1,25 meter ketebalannnya. Kata dia, batubata ditempelkan tidak dengan semen seperti kini tetapi menggunakan bahan natural seperti putih telor.

Ia mengatakan mesjid tersebut ramai dikunjungi pelancong. Diantaranya untuk foto narsis atau prewedding dan lainnya. Dengan berkunjung ke masjid hal yang demikian menyiratkan jejak perkembangan islam di Keraton Yogyakarta dan kemegahan arsitektur masa lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *