sentra ukiran patung di jepara

Potensi Kerajianan Pernak Pernik Kayu di Jepara >> Tour Mahasiswa ISI Surakarta di Jepara

Kabupaten Jepara dikenal sebagai kota ukir, karena terdapat beberapa sentra kerajinan ukiran kayu yang tenar hingga ke luar negeri. Kerajinan mebel dan ukir ini tersebar merata hampir di seluruh kecamatan dengan keahlian masing-masing. Namun sentra perdagangannya terlekat di wilayah Ngabul, Senenan, Tahunan, Pekeng, Kalongan dan Pemuda. Kali ini kami berkesempatan untuk mengunjungi salah satu sentra kerajinan ukiran kayu dan mebel yang ada di Desa Mulyoharjo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. Perjalanan Kami besama 4 Mahasiswa ISI Surakarta di jepara di mulai dari Hotel Horison Semarang, katanya beberapa client mahasiswa kami yang akan melakukan tour di jepara ini adalah beberapa tugas riset mereka. Sebelum ke wisata kayu ukiran, kami mengantar client ke beberapa wisata yang ada di utara jepara.

sentra ukiran patung di jepara

Setelah mengunjungi Air Terjun Songgolangit, kami melanjutkan perjalanan menuju Benteng VOC, namun sebelumnya kami akan melewati salah satu sentra kerajinan ukiran kayu yang terletak tidak jauh dari Benteng VOC tersebut. Sekitar pukul 12.10 WIB, kami melewati sentra kerajinan ukiran kayu Jepara ini. Meskipun hanya melihat-lihat dari atas mobil, tidak turun, kami cukup dapat melihat berbagai bentuk ukiran kayu yang ada disini. Mulai dari bentuk binatang, meja, kursi, sampai dengan ornamen-ornamen yang biasa digunakan untuk menghias rumah.

Kabupaten Jepara terkenal dengan ukiran kayu para pengrajinnya. Ukiran ini mereka namakan dengan istilah ukiran Jeporonan, yang bermakna ukiran dan meubel dari Jepara. Namun tahukah Anda kemahiran pengrajin Jepara ini konon berhubungan dengan sebuah cerita legenda yang menyertainya.

Alkisah, hiduplah seorang seniman bernama Ki Sungging Adi Luwih yang cukup terkenal. Suatu hari, keahliaan sang seniman akhirnya terdengar oleh seorang Raja. Sang seniman diundang oleh raja untuk menggambar sang permaisuri, hingga akhirnya Ki Sungging Adi Luwih menyanggupinya.

Dengan cekatan dan keahlian lukisannya Ki Sunggih berhasil menyelesaikan lukisannya sehingga gambar permaisuri sangat mirip dengan yang asli. Hanya saja ada kekeliruan yang berujung pada keputusan Raja untuk menghukum Sungging dengan hukuman yang lebih berat lagi. Pada saat melukis sang permasiusri, ternyata Ki Sungging tidak menyadari saat sedang asyik menggambar rambut, ada satu tetes cat hitamnya yang terjatuh. Yang membuat heboh, jatuhnya tetesan cat itu memercik tepat di pangkal paha gambar permaisuri yang tampak seperti tahi lalat.

Mengetahui lukisan tersebut, sang Raja murka karena mengira Ki Sungging telah melihat permaisuri telanjang. Sang raja akhirnya menghukum Ki Sungging untuk membuat patung permaisuri di atas langit atau di udara. Kalau sebelumnya dia hanya melukis, sekarang dihukum dengan yang lebih berat, yakni membuat patung dengan gambar sang permaisuri lagi.
kerajinan kayu di jepara
Ki Sungging pun akhirnya menyanggupi permintaan Raja dan dengan dibantu kesaktian Ki Sungging, ia bisa terbang dengan dibantu layang-layang dan membuat patung di udara. Namun, malang tak dapat dihindari, ketika patung masih setengah jadi, tiba-tiba angin bertiup kencang. Ki Sungging yang terus berkonsentrasi tidak mampu mengendalikan layang-layang yang dikendarai hingga akhirya terlempar bersama patung dan alat pahatnya.

Konon, dari sini patung setengah jadi tersebut terlempar hingga pulau Bali, dan selanjutnya patung tersebut ditemukan masyarakat Bali. Hingga sekarang, masyarakat Bali tersebut dikenal juga sebagai ahli membuat patung. Sementara alat pahat yang digunakan Ki Sungging terlempar hingga jatuh di belakang gunung di kawasan Jepara. Dari balik kawasan gunung inilah, menurut cerita legenda, seni ukir Jepara mulai berkembang dan terus maju hingga populer seperti sekarang ini.

Ukiran Jepara mempunyai ciri khas yang menunjukkan bahwa ukiran itu asli dari Jepara atau tidak.Salah satu ciri khas yang terkandung didalamnya adalah bentuk corak dan motif.Untuk motif sendiri bisa kita lihat dari: Daun Trubusan yang terdiri dari dua macam yaitu dilihat dari yang keluar daritangkai relung dan yang keluar dari cabang atau ruasnya. jangan lupa untuk anda yang berada di luar kota jepara dan ingin melakukan tour kerajinan maupun alokasi wisata di kota ukir ini segera hubungi kami untuk melakukan sewa mobil di jepara tentu saja dengan tarif yang murah dan pelayanan yang memuaskan. lanjut lagi nih….

Ukiran asli Jepara juga terlihat dari motif Jumbai atau ujung relung dimana daunnya seperti kipas yang sedang terbuka yang pada ujung daun tersebut meruncing.Dan juga ada buah tiga atau empat biji keluar dari pangkal daun.Selain itu,tangkai relungnya memutar dengan gaya memenjang dan menjalar membentuk cabang-cabang kecil yang mengisi ruang atau memperindah.
Ciri-ciri Khas diatas sudah cukup mewakili sebagai identitas furniture Jepara.Bentuk motif ukiran tersebut ada juga yang oleh para ahli pahat disisipkan di berbagai alat rumah tangga seperti contoh di kursi atau meja yang diberikan ukiran khas Jepara,juga yang lain misal figura foto yang diberi khas Jepara dengan ukiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *