Yuk!!!!..Nikmati Wisata Hutan Pinus Kudus Yang Menarik Untuk Swafoto.

TLOGOWUNGU Wisata Hutan Pinus di Dukuh Pangonan, Desa Gunungsari, Tlogowungu, baru dibuka pada 2 Desember 2017 lalu.Pengunjungnya terus meningkat Meski belum genap sebulan .bisa meningkat hingga 200 persen. Khususnya saat liburan habis lebaran bisa meningkat hingga 200 persen.

index

Salah satu pengelola Wisata Hutan Pinus Gunungsari Waharto mengatakan, pesona hutan pinus di Dukuh Pangonan yang merupakan lahan milik perhutani sangat potensial. Sebelumnya hanya didatangi warga setempat. Kemudian ditata dengan baik dan resmi dibuka 2 Desember lalu. Pengelolaannya di bawah Bumdes Gunungsari. Dengan tiket Rp 3 ribu perorang, digunakan untuk mengelola pariwisata. begitu murah skli hrga tiketnya.. ayo buruan dtang untuk menikmati hutan pinus yng indah dan teduh ini. jika anda bingung dengan transsportasi kami menyediakan sewa elf untuk rombngan kesini.

Sebelumnya, pembukaan tempat wisata itu sempat diwarnai pro dan kontra masyarakat setempat. Karena ada warga yang mengira jalan menuju wisata akan ditutup. Padahal tidak. Sehingga mereka setuju. Bahkan yang dulunya tidak setuju kini berjualan di tempat wisata. Dengan demikian, bisa meningkatkan perekonomian warga setempat.

Saat ini, kata Waharto, di tempat wisata itu masih ada dua spot yakni rumah pohon dan gardu pandang. Namun juga difasilitasi beberapa hammock, lampu warna-warni, dan pernak pernik yang bisa digunakan untuk swafoto. Pohon pinus yang tumbuh lebat juga bisa dijadikan lokasi swafoto.

images

Selain mempunyai daya tarik tersendiri, hutan pinus di dukuh itu merupakan hutan pinus terluas di Pegunungan Muria. Lahannya sendiri mencapai lebih 1.000 hektare. Sehingga kelebihan tempat wisata itu cukup sejuk. Terlebih apabila mendung, seperti berada di awan karena diselimuti kabuta.

Sehingga pengunjungnya terus meningkat. Terlebih waktu liburan atau weekend. Pada hari biasa pengunjungnya rata-rata 300 orang. Saat-saat tertentu bisa meningkat 300 persen mencapai 1000 pengunjung pada saat liburan seperti liburan tahun baru ini.dengan transportasi sewa bus mungkin lebih menyenangkan.

Banyak warga yang memadati tempat wisata itu. Bahkan sudah banyak warga dari luar daerah berkunjung.

Nantinya kami akan menambah fasilitas. Seperti musala, tempat berteduh, dan spot lainnya. Pembenahannya bertahap. Karena hanya mengandalkan tiket masuk. Apalagi kami juga sharing dengan perhutani. Kami berharap pemkab lebih memperhatikan tempat-tempat wisata di Pati supaya bisa berkembang. Kini tren wisata bukan hanya milik orang kaya saja, sudah merambah masyarakat menengah ke bawah.

Salah satu pengunjung, Nabila ardiani, 25, dari Kudus mengaku senang dengan tempat wisata itu. Ia datang bersama dengan rombongan keluarganya. dengn membawa jasa sewa mobil kami. “Cukup lelah naik ke lokasi hutan pinus kalau jalan kaki. Karena tempat parkir dan lokasinya lumayan jauh. Tapi setelah sampai ke atas happy juga disana menggelar tikar dan makan-makan sambil menikmati pemandangan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *